SELINGKUH BERAKHIR PENJARA! SEBUAH KISAH PEDIH DALAM BERUMAH TANGGA!

 



MOMENT WISUDA DAN PERKENALAN CALON ISTRI

Suasana salah satu kampus negeri di Malang pagi ini begitu berbeda, sangat macet, panas, dan sesak begitulah yang dirasakan oleh Amri seorang calon sarjana yang hendak menunggu waktu kelulusanya di sebuah Gedung di kampus tercintanya.

Amri adalah salah satu mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang sangat berprestasi, meskipun ia lahir dari keluarga biasa saja. Ibunya lulusan S3, SD, SMP dan SMA saja, sedangkan bapaknya adalah petani yang lahan garapanya pun masih sewa di orang lain.

Amri tinggal disalah satu desa di kota malang yang sangat asri, sejuk dan rindang. Disela kesibukanya menuntaskan S1 Teknik Sipilnya ia terkadang juga sering ke ladang membantu Ayahnya hanya sekedar mencabut rumput.

Amri adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Kaka pertamanya Mira, sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Sedangkan Kaka Keduanya, Mas Agus menjadi TKI di Korea Selatan dan bisa dikatakan kaka kakanya sudah sukses mandiri tinggal Amri yang menjadi beban orang tua dan hari ini Ia merasakan haru yang begitu mendalam, bagaimana tidak teman temanya jurusan teknik sipil masih menempuh study setaun lagi sedangkan ia sudah menanti di panggil namanya sebagai lulusan terbaik dan tercepat di fakultasnya.

Masa masa kuliah di lewati amri dengan begitu pahit. Ia, terkadang berjualan koran, kemudian sambi menjaga warnet, game online, untuk membiayai kulilahnya sendiri. Pasalnya kedua kakanya tidak ada yang mau membantu biaya kuliah Amri sampai ia lulus semuanya cuek bebek, sedangkan orang tuanya uang hasil garapan sawah hanya cukup untuk makan sehari hari.

Zaenudin Amri ST. Begitu ia dipanggil sama Pak rektor sontak semua isi gedung riuh pikuk dengan tepuk tangan yang sangat kencang. Kedua orang taunya menangis sejadi jadinya melihat anaknya menjadi lulusan terbaik dan mendaptakan tawaran dua biasiswa ke luar negeri yakni ke Singapore, dan German.

Selesai prosesi penyerahan Toga, dan lain lainya satu dua jam kemudian Amri dan keluarganya keluar dari gedung wisuda. Tepat di depan pintu ia di sambut oleh gadis yang sangat cantik parasnya, dengan hijab yang besar, sorot bola mata yang indah diapun menyapa dan tak lupa mencium kedua tangan orang tua Amri.

Desy, ya Desy nama gadis cantik itu, dia adalah pacarnya Amri yang saat itu juga sudah resmi di wisuda bersama namun jurusanya berbeda. Desy sendiri mengambil jurusan Farmasi dengan lulusan terbaik pula dan sayangnya dia tidak mendapatkan tawaran biasiswa seperti Amri.

Asalamulaikum Pak, Buk, Saya Desy temanya Amri seraya di menyambut telapak tangan orang tua Amri kemudian menciumnya.

Selamat ya, Ka Amri, akhirnya sudah sampai ke tahap akhir semoga bisa tercapai cita cita selanjutnya ini ada sedikit karangan bunga sebagai tanda selamat dariku ujar Desy datar.

Terimkasih banyak ya Dess. Kamu juga, semoga menjadi apoteker handal sesuai dengan cita citamu selama ini.

Ow ya, Pak, Buk, kenalkan ini Desy teman akrab saya selama kuliah disini. Disa sangat baik sekali sama saya, kadang juga minjemin uang jajan kalau lagi telat gajian dari warnet.

Kedua orang tua Amri sangat senang melihat hal ini, kapan kapan Nak Desy diajak main ke rumah ya Amri ? Kenaklan sama kaka kakamu juga.

Baik pak, secepatnya ya saya akan bawa Desy pulang dan berdiam dirumah celetuknya. Desy senyum senyum tersipu malu mendengar ucapan amri.

DILEMA AMRI, AMBIL BIASISWA ATAU KERJA

Selang beberapa bulan kemudian Amri dan Desy semakin akrab. Mereka juga sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tau mereka. Namun ada sedikit dilema dalam diri Amri, dimana ia ingin menikahi Desy dulu barulah dia memilih ingin mengambil beasiswa di singapore atau german.

Namun, apa mau dikata, orang tua Desy kurang setuju, alasanya sangat sederhana. Dia tidak mau menikhakhan anaknya dengan lelaki yang belum memiliki penghasilan. Sedangkan cinta mereka sudah amat teramat kuat.

Banyak cara di lakukan untuk meyakinkan orang tua Desy namun hasilnya Nihil.

Pada suatu pagi, Amri dan Desy jalan ke Mall dan disana dia mendaptakan sebuah brosur kalau ada penerimaan lowongan kerja di salah satu BUMN dan benar saja ada satu posisi yang sesuai dengan jurusan Amri dan posisinya juga sudah sangat bagus sekali.

Sesamapinya di rumah Amri menceritakan keinginanya untuk mencoba Lowker tersebut kepada orang tuanya. Karena orang tuanya juga ingin anaknya bahagia dan tempat melamar kerja adalah BUMN maka di restui saja.

Seminggu kemudian Amri berangkat tes di Jakarta karena dari peryaratan Administrasi dia sudah lulus dengan sempurna.

Akan tetapi, ada kendala waktu itu. Tes yang dijadwalkan akan dilaksanakan minggu depan di percepat. Dan, tentu saja ini membuat Amri menjadi kewalahan, karena kalau dia naik kereta sangat tidak mungkin karena tesnya besok pukul 07:00 Wib, sedangkan dia mendapatkan email malam harinya.

Jikapun ia maksa naik kereta maka akan terlambat dan kesempatanya kerja di BUMN tersebut Hangus!

Akhirnya dia masuk kamar, kemudian berpikir dan mendapatkan ide. Mau tidak mau harus menggunakan pesawat! Tapi, duitnya tidak ada, mau minjem sudah terlalu banyak hutang dimana mana. Mau menjual barang berhargapun tidak punya.

Amri beranikan diri mengabari kekasihnya !

Asalamualikum Dess... Maff ya, malam malam ak menelpon mu ! 

Walakumsalam Mas, gpp kok mas, tumben suaramu agak tergesa gesa begitu, ada apa mas ?

Tidak ada apa apa Des, ak cuman mau bilang mungkin ak tidak jadi berangkat ke Jakarta.

Lohhh.. Kok Bisa ? Desy terkejut dan sedikit mengeluarkan nada kecewa 

Kamu kok cepet banget sih berubah pikiran mas, padahal itu kesempatan emas banget loh mas. Kalau keterima kamu juga posisinya sangat bagus. Kenapa mas, coba kasi alasan padaku. Apa kamu mau ngambil beasiswa yang di German ?

Bukan des, tapi tadi ak dapat telfon dari panitia, kalau tesnya dimajukan besok pagi ? Kamu tau sendiri kan sekarang sudah mau malam, ak mau naik kereta ke jakarta tidak bakalan sampai dan telat pastinya jadi yasudah mungkin bukan jodohku.

Owh.. jadi itu alasanya! Baik mas nanti ak telfon lagi ya tunggu sebentar! Teeet telfonya tiba tiba mati.

ORANG TUA DESY MEMBELIKAN TIKET PESAWAT PP

Setelah mematikan telfonya, Desy kemudian membuka aplikasi traveloka dan mengecek jadwal keberangkatan pesawat dari malang ke jakarta. Dan benar saja, penerbangan terakhir masih tersis beberapa kursi yang langsung, sedangkan transit masih banyak namun terlalu lama waktunya dan mepet.

Harga tiket pesawat malang jakarta sekitar 1 jutaan lebih menggunakan lion air. Sedangkan Desy hanya memiliki tabungan 500 ribu saja. Malam itpun ia mengumpulkan tekat dan berani menemui Ibunya.

Tok tok tok, dia mengetuk pintu pelan Asalamualikum bu, 

Ibunya membuka pintu, ada apa Des ? 

Aku mau ngomong bu, di ruang keluarga Yuk ? Sambil ia menarik pelan tangan ibunya.

Kemudian ia menceritakan apa yang Mas Amri alami.

Tanpa pikir panjang, Ibunya meminjamkan Handphonenya dan menyuruh Desy memesankan tiket PP malam itu juga.

Ini Des, ibu bantu sekali saja ya ? Kalau bukan kamu yang merengek rengek Ibu gak bakalan mau bantu dengan duit sebesar ini. Jikpun ibu mau bantu ya mungkin bisa memberikan sumbangan ratusan ribu kepada pacarmu itu.

Iya bu, Desy janji nanti kalau sudah keterima kerja di Kima Farma duitnya akan Desy ganti Bu ?

Ehhh tidak bisa dong, yang ganti harus Amri! Inget ya, yang minjem dia bukan kamu. Ibunya memang rada tegas dalam soal keungan apalagi prinsip prinsip hidup maklumlah Ibu Halimah ibunya Desy adalah dosen psikologis senior jadi si Desy ini lahir dari keluarga yang serba berkecukupan!

1 Jam berselang, telfon Amri berdering ! Ada panggilan masuk dari Desy

Hallo mas, sekarang kamu packing ya ?

Maksudnya gimana Des ?

Udah, ini ak kirimin tiket PP pesawatnya plus hotel tempat kamu menginap di Jakarta besok. 

Ya ampuunnn Dess, Serius ? Kamu punya duit sebanyak itu, kamu kan baru lulus belum kerja juga.

Udahlah mas, ak ada tabungan kok! Desy tidak mau jujur kalau dia meminjam duit orang tuanya karena memang dia mau fokus Amri tes, karena ia sangat sayang sekali dengan Sosok Amri.

Ow ya, mas aku juga sudah transfer ke rekning BRI mu 500 ribu, buat jaga jaga kali kamu butuh makan disana, atau untuk membayar transport!

Loh aku hutang banyak nih des sama kamu celetuk Amri ?

Tenang mas, kamu keterima di BUMN ini, gaji pertama kamu aja masih sisa kok untuk lunasin utangmu sama aku mas dengan nada senyum desy membalas ucapan amri.

Boleh ya mimpi dess,, gaji bulan pertama buat lunasi utang gaji bulan kedua sampai pensiun buat hidupin anak anak kita sampai kita jadi kakek nenek gombal amri.

Amiiin mas Amiiin, udah ya kamu siap siap sana, ingat pesawatnya dua jam lagi berangkat. Jangan lupa minta doa sama orang tua mu mas. 

OK sayang balas Amri, besok aku kabarin lagi ya kalau sudah selesai tes dan kamu orang pertama yang akan aku kasi tahu hasilnya.

AMRI DITERIMA DI BUMN DENGAN JABATAN TINGGI

Hari kami, tepat pukul 11.00 Siang, desy yang sedang berada dikamar mandi tiba tiba dipaksa berhenti cepat karena handphonye berdering bertanda ada panggilan masuk dari Amri.

Dia bergegas membilas sabun yang baru saja dioleskan ditubuhnya kemudian keluar kamar mandi hanya handukan saja dalam posisi masih lembab. 

Asalamualikum mas, bagaimana ? apakah kamu baik baik saja dia menjawab telfon dari pacar tercintanya.

Alhamdulillah Des, Jakarta hari ini sangat panas dan macet, tadi mas sempat telat masuk ruang tes 10 menit, dan itu bikin konsentrasi mas lumayan ambyar.

Mendengar jawaban itu desy rada pisismis, Terus terus,,,, gimana hasilnya mas ?

Mau jawaban jujur apa boong neh ? Sautnya !!

Udahlah mas,,, jangan bercanda, ak serius tanya nih  jawabnya maksa!

Alhamdulillah Des, ak di Jakarta kayaknya bakalan lama nih. Mungkin tambah satu minggu lagi, soalnya lusa ada training pertamaku dari pimpinan langsung.

Tunggu sebentar mas, jadi maksudnya gimana ?

Ak lulus des ? Kamu, tau gak yang daftar ada ribuan orang dari nilai IPK dan lulusan terbaik dan yang diterima cuman 10 orang saja. Dan aku salah satunya, jadi lusa aku sudah mulai training nih.

Mendengar kabar tersebut Desy Triaaak bilang Horeeeeeee !! sampe sampe ibunya yang lagi masak di dapur mendengar triakan anak semata wayangnya itu.

Alhamudlillah Mas, akhirnya kamu tidak jadi ke German ! Dan semoga ini menjadi jalan terbaik ya buat kamu!

Alhamudlillah Des, dan jalan terbaik juga buat hubungan kita. Mas sudah tidak sabar ingin meminangmu.

Huss,, nabung dulu lah mas satu tahun ke atau dua tahun gitu! Lagian sekarang poisisnya bisa kebalik nih, ak kan yang malu menikah sama pejabat BUMN kayak kamu timpalnya balik.

Ya elaah dess, mau aku jadi Presiden sekalipun aku akan setia sama kamu. Gombalan Amri membuat Desy menjadi tersipu malu dan semakin pasarah akan cinta sucinya.

PINJAMAN UANG KE -DUA

Karena Amri satu minggu lagi di Jakarta, dan membutuhkan banyak perlengkapan seperti baju dan yang lainya. Akhirnya mau tidak mau orang tua Desy meminjamkan uang lagi. Jumlahnya juga lumayan sekitar 10 juta untuk membiayai semua kebutuhan Amri selama satu minggu di Jakartar.

HARI PERNIKAHAN AMRI & DESY

Tidak menunggu lama, mereka semakin serius dan amri yang baru saja mengumpulkan uang puluhan juta hasil dari gajinya berani melamar Desy.

Namun tentu saja, masih kurang banyak nominalnya. Karena orang tua Desy ingin pesta anak semata wayangnya sangat meriah. Maka dari itu, Amri terpaksa meminjang uang sekitar 200 juta di salah satu Bank dan mendapatkan potongan gaji selama 10 tahun lamanya.

Pesta pernikahan Amri yang sangat mewahpun berlangsung, Mereka menikah di salah satu hotel ternama di Malang. Orang tua Amri juga tidak bisa berkata banyak karena dia sangat mencintai anaknya, kalaupun di tegur takutnya anaknya marah kepada dirinya.

Setelah semua acara selesai, Desy dan Amri pindah tempat tinggal di Jakarta. Mereka tinggal di rumah dinas. Dan Amri keseharinya semakin sukses saja, kerjanya sangat bagus dan sampai hari ke dua pernikahan mereka dia sudah di karunia satu anak perempuan yang parasnya secantik Ibunya.

Kehidupan 3 tahun pertama keluarga kecil ini sangat bahagia sekali. Desy yang ingin mengejar cita-citanya menjadi apoteker handal belum jua kesampaian, karena sangat sibuk sekali mengurus rumah tangga dan anak serta suaminya.

COBAAN PERNIKAHAN TAHUN KE-5

Karena Amri sering sekali keluar kota, disinilah mulai hubungan mereka di Uji. Amri sering sekali mendapatkan asisten kerja yang sangat cantik, sedangkan Desy tidak secantik dulu, dia kadang sangat lusuh karena mengurusi rumah tangga sendirian dari masak, nyuci, ngurus anak. Maklum keluarga mereka tidak menggunakan ART selama proses potong gaji pasca utang biaya pernikahan mereka masih belum lunas.

Hari itu, sabtu Amri pergi kunjungan ke Bali untuk meninjau hasil pembanguanan DAS saluran air. Disana dia didampingi dua sekertaris masih muda beli sebut saja namanya Indri dan Dina.

Mereka bertiga pergi bareng dari jakarta, kemudian meninjau lokasi di Bali. Semua Amri adalah lelaki yang sangat kuat imanya, tapi karena sering mendapatkan kesempatan dan istrinya sangat percaya pada dirinya akhirnya dia mencoba nakal kepada asistenya ini.

Malamnya sekitar pukul 23:00 Waktu Bali, Amri sengaja mengirim pesan WA kepada Dina dan menyakan kerjaan tadi siang.

Obrolan mereka juga masih sebatas kerjaan malam pertamanya dan mereka mengakhiri obrolan jam 01 Malam.

Ke esokan harinya di jam yang sama Amri kembali membuka obrolan dengan Dina.

Hallo Din, tadi siang maff ya saya tinggal ke toilet agak lama soalnya saya rada masuk angin.

Owh tidak apa apa kok pak, kan saya ada Indri yang nemenin pak jadi fine fine aja, kok bapak belum tidur ? Besok pagi kan kita harus checkout subuh pak ?

Iya nih, saya lagi susah tidur, loh kamu kenapa tidak tidur din balasnya

Owh, saya mah biasa begadang pak. Ini lagi nunggu Indri belum balik ke kamar, katanya dia mau ketemuan sama mantanya anak Bali

Waduh, Indri ambil ambil kesempatan ya Din, padahal dia kan udah punya pacar di jakarta bales Amri.

Iya, namanya juga kebelet pak ?

Kebelet apa Din ..

Kebelet mau ketemuan lah pak, emang bapak mikirnya apa ?

Kirain, hehehe !!

Hussh, bapak udah ada istri jadi jangan ikut ikutan pak bales dina.

Nah, kalau kamu yang ikut aku gimana bales Amri ..

Ikut kemana nih pak ?

Ak lagi susah tidur, bagaimana kalau kita ke Pantai Kuta aja yuk ! Kita ngopi-ngopi disana, mau gak ?

Boleh deh pak, tapi jangan malam malam ya balik kamarnya takut besok gak bisa bangun pagi dan ketinggalan pesawat nanti, hihi balas dina.

AWAL KEDEKATAAN AMRI DENGAN DINA ASISTEN PRIBADINYA

Mulai malam itu, baik amri dan dina mulai makin intens berhubungan baik via Wa atapun ketika mereka sudah berada di kantor.

Amri sangat pintar menutupi hubunganya didepan istrinya. Dimana dia melarang dina mengirim pesan kalau dia sedang di rumah.

Gerak gerik amri, yang setiap berangkat kantor sangat sumringah-pun sudah mulai berbeda terlihat dimata Desy. Namun Desy tidak mau ambil pusing karena dia sangat percaya dengan suaminya.

HAMIL ANAK KE-DUA, & KONFLIK BATIN AMRI

Tepat di pernikahanya yang memasuki tahun ke-5 Keluarga Amri dan Desy diberikan rizki tambahan berupa kehamilan yang sudah memasuki minggu ke 4. Kabar gembira ini juga membuat keluarga baik orang tua desy dan amri semakin bahagia karena mereka akan ketambahan cucu lagi.

Namnya juga lagi hamil, Desy mulai terlihat semakin kucel saja, dia jarang bisa perawatan karena memang hamil anak ke dua ini dia begitu capek, dan sering muntah muntah ditambah dengan beban pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak pertamanya Isabela.

Amri yang tergolong masih muda, nafsu akan berhubunganya juga sangat tinggi. Tak jarang ia harus puasa selama sebulan dikarenakan kondisi istrinya yang tidak memungkinkan untuk melayaninya.

Dengan kondisi ini, amri juga semakin intens mencari plampiasan dengan sering bertemu dengan Dina di luar jam kerja.

Tepat, ketika mereka kembali mendapatkan tugas ke luar kota disanalah semuanya bermula. Kedua insan baik Amri dan Dina khilaf dan melakukan hubungan terlarang yang mengakibatkan selang beberapa minggu Dina juga hamil gara gara Amri.

Dari sinilah mulai konflik antara ketiga orang ini, baik Amri yang merasa ketakutan akan diketahui hubunganya dengan Dina, sedangkan Dina yang merasa bersalah plus rasa takut yang sangat besar karena sudah tahu Amri sudah memiliki keluarga dan apalagi dia masih single.

Dina meminta pertanggung jawaban Amri, dengan menikahinya. Dia rela menjadi istri kedua asalkan ada bapak dari anaknya. Namun amri bersikukuh merahasiakan kehamilan Dina ini, dia ingin Dina mengajukan cuti selama 9 bulan dan melahrikan ditempat yang di rahasikan. 

Cek cok antara Dina dan Amri berlangsung sengit disalah satu pojok ruangan kantor bekas gudang tua itu. Hampir terjadi baku hantam di antara kedunya, Sadar akan emosi amri yang memuncak saat itu juga Dina mengatakan akan menuruti keinginan Amri dan diapun merasa lega karena hubunganya dengan Dina tetap menjadi rahasia.

Dina akhirnya cerita panjang lebar ke sahabat dekatnya ketika ke Bali. Dan sahabtanya menyarankan kalau Dina harus nekat bertemu langsung dengan keluarga Amri tanpa sepengathuan amri.

Benar saja, malamnya Dina langsung datang ke rumah Amri yang masih sangat sibuk di kantornya. Dina menemui Desy dan menceritakan semua kejadian itu, lengkap dengan alat bukti ketika mereka berdua bercumbu sampai tespek yang diberikan Dina kepada Desy dengan mengatakan " Aku di hamili suamimu ".

Seketika Desy pingsan dalam kondisi hamil, dia tidak sadar diri dan bangun bangun sudah berada di IGD. Matanya terbuka di sisinya lengkap ada Amri, Dina, keluarga Amri, Orang tua desy dan tak lupa Dina ditemani juga oleh orang tuanya.

Mereka semuanya berbicara serius, dan meminta Amri tanggung jawab. Sedangkan Desy sudah sangat benci dengan amri, terlebih keluargnya Desy. Mereka hanya meminta Amri MENCERAIKAN desy malam itu.

Amri tidak bisa berbuat apa apa, sadar akan kesalahan yang ia lakukan. Beribua maff ia lontarkan dalam ruangan, namun tidak ada jawab satukatapun dari Desy dan keluarganya dia hanya minta Amri menceraikan dirinya malam itu juga.

Dengan berat hati, semua kejadian ini berlangsung sangat cepat. Orang tua Dina yang notebene memang orang kaya menyewa pengacara untuk mengurus surat perceraian anaknya. Dan dua kali persidangan SAH Amri dan Desy bercerai dengan kondisi mengandung 3 Bulan.

Ini adalah sebuah kondisi yang sangat suram bagi Desy. 5 Tahun berumah tangga, mengabdi penuh dengan rasa ikhlas dan kasih kepada Amri, namun hanya sekejap saja semuanya sirna.

DESY KEMBALI KE RUMAHNYA & AMRI MENIKAHI DENGAN DINA

Pasca ketok palu perceraian mereka, kini Desy kembali ke rumah orang taunya di Malang.

Sedangkan Amri sudah resmi menikah dengan dina rekan kerjanya yang di hamili waktu itu. Kehidupan amri dan dina di awal awal pernikahan tidak ada romansa indah sama sekali, karena Amri masih sangat memikirkan kondisi Desy yang sedang hamil, terlebih anak pertamanya juga termat sangat di rindukan olehnya.

Dinapun tidak menuntut banyak kepada amri, karena dia sadar ini juga kesalahanya yang sudah sama sama khilaf. Dina hanya berusaha menjadi istri yang baik bagi Amri, dan Amri tidak ada balasan yang sama kepada Dina.

AMRI DI PECAT, DESY KEMBALI MENITI KARIR

Buntut perceraian itu memang menyisakan luka mendalam bagi Amri. Konsentrasinya kerja buyar, dan tepat pada suatu hari dia lalai dengan melepas dana yang cukup besar kepada pemborong dan akhirnya dana yang besar dibawa kabur.

Saat itulah amri mendapatkan sangsi tegas dari tempat kerjanya berupa pencopotan jabatan dan rumah dinas.

Lengkap sudah, kini Amri yang dulunya sangat mapan dengan kerjaan yang membanggakan kini hanya bisa menumpang tinggal di rumah kontrakanya Dina istri ke duanya itu.

PASCA MELAHIRKAN & KEPERGIAN DINA

Desy yang lebih dulu melahirkan anak keduanya berkelamin laki laki, dan tentu saja tidak boleh di tengok oleh amri. Ini semua kewenangan orang tua desy, meskipun desy dalam hati kecilnya ingin sekali anaknya di azankan oleh bapak kandungnya namun tidak ada celah Amri bisa mendekat pasca ia bercerai.

Orang tua desy teramat sangat benci dengan amri. Di lain sisi Dinapun juga sudah melahirkan dengan biaya rumah sakit yang mahal, karena lahiranya cesar. Uang untuk lahiranpun mereka terpaksa ngutang di rentenir.

Sudah genap hampir satu tahun Amri dan Dina menikah. Namun sampai detik ini, Amri masih biasa biasa saja dengan istri sahnya itu. Dinapun sangat sadar, dan dia memutuskan untuk pergi meninggalakan amri. Dia menulis sepucuk surat untuk amari diletkanya di meja makan waktu subuh sebelum ia pergi.

Untuk suamiku Mas Amri....

Kita sudah hampir satu tahun menikah, namun kamu tidak pernah memperlakukan diriku selayaknya istri sahmu.

Kamu begitu cuek, memperhatikanku pun kamu tidak pernah...

Hari harimu habis hanya termenung di pojok jendela...

Aku sadar, kamu begitu sangat merindukan keluarga lama mu...

Namun, kamu juga harus sadar ini kesalahan kita berdua, dan seharusnya kamupun bisa bertanggung jawab dan menerima semua ini.

Aku ingin kita bahagia, seperti keluarga lain pada umumnya mas..

Jujur ak juga hancur, aku bukan janda mas, ak anak gadis yang kau nikahi dan hamili....

Itu kamu tidak pernah memikirkanya sedikitpun sampai anak kita lahir.

Sekarang, ak memutuskan pergi jauh, dan ku harap kamu jangan pernah mencariku, anak kita akan ku besarkan kelak, dan pasti akan ku kasi tahu siapa bapaknya.

Semoga sepucuk surat ini, bisa menyadarkanmu mas.. dan kembali ke kehidupan yang kau inginkan.

Salam dari istrimu

Dina ___


AMRI STERESS, SAMPAI IA PERGI DARI INDONESIA

Membaca surat dari Dina, Amri merasa sangat bersalah. Dia berusaha mencari keberadaan dina, dengan menghubungi keluarga, sampai teman dekatnya. Namun tidak ada satupun yang tahu dimana keberdaan Dina dan anaknya.

Di sisi lain juga Amri, berusaha sepenuh tenaga bisa terhubung dengan Desy dan meminta rujuk kembali. Namun Desy enggan menerima tawaran dari Amri. Kini Desy kembali berkarir dan sudah bekerja menjadi apoteker di salah satu Rumah sakit terbesar di kota malang.

Kondisi yang sangat berat memang, Amri sekarang tidak memiliki satupun orang yang sayang dengan dirinya. Orang tua amri juga sudah tua renta dan numpang tinggal di rumah kakanya Amri. Sedangka kakanya Amri sudah dari lama tidak berhubungan baik dengan dirinya.

Kondisi ini membuat Amri nekat pergi merantau menjadi TKI ke negeri Jiran bersama teman sekampungnya. 

Dia berangkat ke Malaysia menjadi TKI ilegal, dan sesampai bekerja disana beberapa bulan orang tuanya mendapatkan kabar buruk jika Amri di tahan oleh polisi di Raja Malaysia karena tidak memiliki paspor resmi.

SELESAI!





Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.